ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

Pengertian blackhat SEO dan apa bahayanya?

Blackhat SEO. Kenapa selalu jadi momok yang menakutkan? Kalau kamu pernah tahu ‘dunia gelap’ dalam teknologi informasi seperti hacking, scamming, carding dll

Nah, SEO juga punya praktek ‘jahat’ juga, seperti, PBN, auto generated content (AGC), doorway pages dan masih banyak lagi.

Bedanya, kalau resiko jadi hacker bisa ditangkep interpol, resiko blackhat SEO website akan di-banned sama Google. Kalau Google sudah masukin website kita ke “penjara”, jangan harap bisa bebas dengan mudah.

Ok. di artikel ini ada 3 poin yang ingin saya sampaikan

  1. pengertian blackhat
  2. pengenalan beberapa teknik blackhat yang umum digunakan
  3. kenapa kita harus menghindari blackhat

Apa itu SEO?

Blackhat SEO adalah cara atau metode meningkatkan ranking website di Google, tapi menggunakan metode yang melanggar aturan Google. Blackhat ini juga identik dengan negative SEO, yang digunakan untuk menyerang lawan menggunakan metode-metode blackhat.

Kalau diibaratkan, blackhat SEO adalah seorang “bad guys” yang ‘pecicilan’, yang bekerja serampangan tanpa arah dan teknik yang digunakan bertolak belakang dengan panduan yang diberikan oleh Google.

Yang agak disayangkan adalah, ternyata ada cukup banyak SEO specialist yang mengimplementasikan cara-cara blackhat ini pada website perusahaan yang mempekerjakan dia.

Entah sadar atau tidak, faktanya masih ada yang menggunakan cara-cara itu.

Mengenali

Sebelum kita lanjut, silahkan baca webmaster guidelines-nya dulu.

Berdasarkan panduan itu, ada 13 metode yang harus kita hindari, yaitu ;

  • Automatically generated content
  • Participating in link schemes
  • Creating pages with little or no original content
  • Cloaking
  • Sneaky redirects
  • Hidden text or links
  • Doorway pages
  • Scraped content
  • Participating in affiliate programs without adding sufficient value
  • Loading pages with irrelevant keywords
  • Creating pages with malicious behavior, such as phishing or installing viruses, trojans, or other badware
  • Abusing rich snippets markup
  • Sending automated queries to Google

Saya tidak membahas semua poin-poin tersebut disini, tapi saya coba menjelaskan beberapa metode dengan singkat,

1. Low quality content

Content merupakan ranking factor terbesar dalam algoritma Google. Website yang memberikan content yang menarik, bermanfaat dan solutif lebih disukai oleh Google.

Bahkan besar kemungkinan artikel yang dinilai memiliki kualitas yang tinggi, mampu meraih peringkat yang tinggi walaupun tanpa backlink.

Tapi jangan sekali-sekali coba mengakali Google dengan menggunakan AGC dan artikel hasil ‘kopasan’ dari artikel lain,

Automatically generated content (AGC)

Metode ini cukup umum digunakan oleh blogger. Dimana blogger menggunakan / memasang engine yang memiliki kemampuan untuk memproduksi artikel secara otomatis sesuai dengan keyword yang diinginkan blogger.

Karena yang bikin content adalah mesin, hasil produksinya pun sangat tidak sempurna. Biasanya akan sulit dibaca dan seringkali menggunakan kata-kata yang aneh.

ciri-ciri content hasil generate otomatis, seperti ;

  • tidak mudah dibaca tapi mengandung keyword
  • hasil translasi bahasa asing yang tidak sempurna
  • menggunakan engine untuk generate sinonim otomatis (automated synonymizing)

Website yang menggunakan AGC ini biasanya tidak akan bertahan lama di search engine, karena cepat atau lambat Google akan meng-take-down website yang menggunakan cara seperti ini.

No original content / kopas

Pernah lihat beberapa halaman website yang memiliki artikel yang sama persis? kalau sudah pernah lihat, itu artinya kamu sudah paham dengan yang saya maksud.

Efek langsung dari artikel kopas ini tidak sebesar penggunaan AGC, dimana Google ‘hanya’ menganggap content tersebut tidak bernilai. Bahkan mungkin tidak ada pengaruhnya ke ranking sama sekali. zero value.

Tapi masalah besar mulai terasa saat pemilik asli content tersebut melaporkan kita ke DMCA. Jika terbukti bersalah, integritas kita dimata Google akan dinilai sangat rendah. Akibatnya artikel-artikel kita akan kesulitan untuk mendapatkan peringkat yang tinggi.

2. Link Schemes

Link schemes ini juga sering jadi andalan. Tujuan dari dilakukannya skema backlink ini adalah untuk memanipulasi algoritma Google yang berkaitan dengan backlink.

Ya, Google memang menjadikan backlink sebagai salah satu ranking factor terbesarnya. Google akan memberikan value yang besar pada website yang memiliki backlink.

Tapi tidak semua backlink memiliki value yang sama. Soal kualitas backlink, kita bisa membaginya jadi 3 tipe ;

  1. Manipulatif
  2. low quality
  3. high quality

tipe pertama : Manipulatif.

adalah backlink yang tujuannya untuk ‘menipu’ algoritma PageRank-nya Google. Metode yang sering digunakan adalah ;

  • PBN (private blog network) / private tier schema
  • Jual-beli backlink
  • link-exchange
  • automated backlink

Tipe backlink yang seperti inilah yang harus kita hindari. Sangat beresiko dan tidak ada value sama sekali

baca : 7 Strategi link building berbahaya yang harus diketahui para stakeholder!

tipe kedua : low quality

Backlink ini memiliki value yang rendah, bahkan mungkin akan dianggap tidak ada value sama sekali oleh Google. Backlink dianggap berkualitas rendah jika :

  • berasal dari website yang tidak relevan,
  • websitenya relevan tapi context halaman sumbernya tidak relevan,
  • website dan halamannya relevan, tapi ber-authority rendah
  • terpasang rel=”nofollow” (tidak ada value)

tipe ketiga : high quality

Backlink ini yang banyak diinginkan tapi paling sulit diperoleh. Paling sulit karena kita harus mendapatkannya dengan cara yang elegan dan natural.

Tanda backlink kamu berkualitas :

  • berasal dari website yang relevan
  • terpasang di halaman yang berkaitan
  • berasal dari website dengan authority yang tinggi
  • website sumber terpercaya dan tidak mengandung malware
  • website sumber tidak terlibat dalam lingkaran link schemes, baik itu hanya sebagai pengguna atau pelaku
  • dll

Kenapa harus menghindari teknik SEO blackhat?

Blackhat adalah metode optimasi SEO yang sangat beresiko. Banyak yang dipertaruhkan saat menggunakan blackhat ;

  1. Peringkat website akan turun drastis.
  2. website tidak bisa digunakan untuk jangka panjang, karena Google akan memberikan penalty bagi website yang ketahuan menggunakan cara-cara blackhat,
  3. kalau sudah kena penalty atau manual action dari Google, kita harus memulai campaign dari awal lagi. Membuat website baru, menggunakan domain baru dan menerapkan sistem kerja SEO yang baru

Kesimpulan

Beberapa teknik blackhat yang saya sebutkan diatas mungkin sudah terlanjur dianggap normal oleh segelintir SEO specialist di Indonesia.

Saya yakin teknik tersebut digunakan bukan karena sengaja ingin merusak campaign, tapi lebih karena kurangnya informasi yang sampai ke kita kita soal teknik dan resiko blackhat.

Jangan pertaruhkan karirmu dengan menjalankan teknik blackhat. Sebagai SEO specialist, kita memang diwajibkan untuk mengetahui teknik blackhat, tapi hanya digunakan untuk self-defense bukan diterapkan untuk website yang sedang kita optimasi.