ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

Hiring Guidelines

Index

  1. Pendahuluan
  2. Hal-hal yang wajib diperhatikan sebelum merekrut SEO specialist
  3. Proses Merekrut SEO Specialist

Pendahuluan

Tim SEO menjadi salah satu bagian dari digital marketing yang memiliki peran yang sangat penting. Merekalah yang paling diandalkan untuk mendatangkan traffic dalam jumlah yang besar.

Karena peran penting itulah, tim digital marketing membutuhkan seorang SEO specialist dengan kemampuan yang mumpuni.

Official video : how to hire an SEO

Sebenarnya Google secara official sudah memberikan guidelines “how to hire an SEO” melalui video di youtube, dan pernah saya share juga di akun Linkedin saya.

Tapi sepertinya dalam video tersebut belum sepenuhnya bisa menjawab masalah-masalah yang sering muncul.

Tugas SEO specialist bukan sekedar meningkatkan ranking

Besarnya potensi traffic dari kanal organik, setiap website owner pasti berharap SEO mampu meningkatkan ranking websitenya.

Mereka juga sudah siap menginvestasikan waktu yang cukup lama demi keuntungan jangka panjang yang dihasilkan dari SEO.

Tetapi sayangnya di Indonesia belum banyak SEO specialist yang betul-betul menerapkan strategi SEO yang aman dan terukur.

Bayangkan, employer sudah menanggung cost dan investasi waktu 6-12 bulan untuk SEO, tapi akibat sang SEO specialist menjalankan strategi yang melanggar SEO guidelines ujung-ujungnya website tidak ada perkembangan sama sekali,

Hal seperti itu tentunya akan jadi beban tersendiri bagi employer, karena merekalah yang terlibat langsung dalam proses rekrutmen.

Oleh karena itu, selain harus paham betul dengan hal-hal teknis dan fundamental, seorang SEO specialist juga harus memiliki kemampuan analisa yang tajam dan memiliki sense of marketing yang kuat.

baca : Panduan SEO Specialist Part 1 : Apa itu SEO?

Banyak cara untuk mengejar ranking tinggi, tapi membuat ranking tinggi dengan cara yang sehat dan mempertahankannya dengan cara yang benar, itulah yang menantang.

Hal-hal yang wajib diperhatikan sebelum merekrut SEO specialist

1. Mengenal tugas pokok SEO specialist yang sebenarnya

Tugas SEO specialist yang saat ini dipahami oleh kabanyakan kalangan adalah hanya seputar keyword research, content optimization dan link building.

Padahal pada normalnya sebelum mengerjakan hal tersebut, ada proses panjang yang seringkali diabaikan oleh kebanyakan employer.

Technical audit & improvement

proses dimana SEO specialist harus memastikan bahwa website sudah SEO friendly dan infrastruktur yang mendukung sudah tersedia.

Keyword mapping

pekerjaan SEO specialist akan menjadi tertata jika sudah ada plan keyword apa saja yang akan menjadi target.

Content management

tidak hanya mengoptimalkan content, seorang SEO specialist harus me-manage content yang dioptimasi dan tindakan apa yang harus dijalankan.

Measurement

proses ini untuk mengukur campaign yang sudah dijalankan, bagian apa saja yang harus di-improve dan bagian apa yang masih bisa dimaksimalkan.

2. Cara mengenali praktisi blackhat

Diluar sana ada sangat banyak praktisi SEO, dengan berbagai macam ‘jurus’ optimasinya. Tapi sayangnya tidak semua employer memiliki kemampuan untuk membedakan mana praktisi SEO yang menjalankan strategi SEO yang sesuai dengan webmaster guidelines, dengan praktisi yang gemar mengambil resiko dengan melanggar aturan (SEO blackhat).

Masalah inilah yang kemudian bisa menjadi bumerang. Apalagi jika yang direkrut ternyata praktisi blackhat. Resikonya, mulai dari tidak ada peningkatan ranking, sampai masalah paling berat, yaitu terkena penalty Google.

Cara membedakannya sebenarnya membutuhkan bantuan ahli yang memang mengenal teknik-teknik blackhat. Tapi ada 3 indikator mudah kita kenali saat screening maupun interview ;

  1. Tanya strategi link buildingnya, jika dia meminta sejumlah uang untuk membeli backlink, itu artinya dia sedang menjalankan link schemes
  2. waspada pada kandidat yang menggunakan plug-in / engine tertentu untuk menyalin content website lain, atau membuat content secara otomatis (Auto-generated content)
  3. Kandidat mengandalkan memasang keyword yang berlebihan dalam satu landing page

3. Screening

Saat screening, employer yang belum punya pengalaman merekrut SEO specialist, biasanya hanya menilai kandidat SEO specialist minimal berdasarkan empat syarat ;

  1. bisa menggunakan tools A, B, C
  2. bisa menggunakan google analytics dan search console,
  3. bisa link building, dan
  4. bisa nulis artikel

Syarat tersebut tidak salah, tapi kalau standar bagus-tidaknya kandidat hanya berdasarkan pertanyaan diatas, tentu akan jadi masalah.

Karena, pertama, poin 1-3 cenderung cukup mudah dipelajari bahkan dalam waktu singkat. Kedua, tidak semua SEO specialist memiliki kemampuan menulis.

Agar proses screening menjadi lebih mudah, kita bisa meminta kandidat melampirkan rangkuman tentang project SEO yang pernah dijalankan di CVnya ;

  1. Strategi yang dia pakai,
  2. bagaimana implementasinya,
  3. cara mengukur keberhasilan strategi yang digunakan,

Tips

Jika Anda tidak mengetahui seluk-beluk tentang SEO sama sekali, sebaiknya bekerja sama dengan pihak yang memiliki pengetahuan SEO. Mungkin staff dari departemen lain, teman, atau mungkin outsourcing tenaga pakar / agency.

Catatan

Sebagai employer kita tidak boleh menganggap, hanya kandidat yang bisa meningkatkan traffic yang pantas untuk di rekrut.

Karena belum tentu mereka yang tidak memberikan impact positif untuk perusahaan tempat dia bekerja sekarang / sebelumnya, adalah kandidat yang tidak qualified.

Mungkin saja kandidat tidak punya wewenang penuh untuk mengambil keputusan, atau mungkin sistem website yang dioptimasi tidak SEO friendly.

Anda butuh interview lanjutan yang melibatkan SEO expert, untuk memastikan bahwa kandidat memang benar-benar menguasai SEO

lihat bagian interview dan assessment untuk mengetahui poin-poin penting dalam menguji kandidat.

Tahapan khusus untuk merekrut SEO specialist

Setidaknya ada tiga tahapan yang bisa dilakukan seorang recruiter, yaitu ;

  1. menentukan tipikal SEO yang dibutuhkan
  2. interview
  3. assessment / skill test

1. Menentukan role SEO yang dibutuhkan

Sebelum proses rekrutmen berjalan, kita harus menentukan role SEO specialist seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sehingga kita bisa mendapatkan kandidat yang sesuai kriteria menjadi lebih mudah.

Ada tiga tipe SEO specialist. Setiap tipe memiliki role-style yang berbeda-beda pula, antara lain ;

a. Strategist

SEO specialist strategist sangat dibutuhkan bagi perusahaan yang belum pernah menjalankan SEO sebelumnya atau baru akan mengembangkan website untuk pertama kali.

Tidak banyak orang yang memenuhi syarat sebagai SEO strategist, karena ini adalah role yang paling kompleks diantara role SEO specialist lainnya. Dia harus menguasai technical SEO, analisis data hingga SEO management.

Kemampuan utama yang harus dikuasai :

  • SEO foundation (technical, content management, on-page & off-page management)
  • familiar dengan programming
  • data analysis
  • strategic planner

Tugas utama SEO strategist ;

  • merancang dan membuat strategi SEO yang sesuai dengan business model perusahaan,
  • technical SEO audit
  • memberikan panduan kepada engineer / programmer, apa saja yang harus diperbaiki atau ditingkatkan agar website menjadi googlebot friendly,
  • merancang desain skema PageRank,

b. Analyst

Bisa dibilang peran SEO analyst dengan SEO strategist hampir sama, mereka sama-sama harus menguasai seluruh aspek pondasi SEO dan lihai dengan merancang strategi SEO.

bedanya adalah, kalau SEO strategist harus paham dengan programming dan membaca data analysis, seorang SEO analyst lebih fokus pada analisa data.

Kemampuan utama yang harus dikuasai :

  • SEO foundation (technical, content management, on-page & off-page management)
  • data analysis
  • strategic planner

Tugas utamanya lebih ke hal yang bersifat analitis, seperti ;

  • data analysis
  • competitor analysis
  • keyword research
  • landing page optimization
  • content audit

c. Generalist

SEO specialist generalist adalah tipikal SEO specialist yang paling banyak ‘dianut’. Biasanya mereka adalah eksekutor SEO yang menguasai hal-hal teknis SEO, seperti link building, content writing, on-page optimization dll.

SEO specialist generalist sering juga disebut SEO associates, SEO officer atau cukup SEO specialist.

Tugas utamanya :

  • link building,
  • content writing / SEO content editor,
  • on-page optimization,
  • off-page optimization
  • keyword research,
  • technical analysis,

note : beberapa tugas untuk peran ini bisa didelegasikan kepada satu orang, atau bisa juga satu tugas satu orang.

Tergantung bagaimana tingkat kompetisi SEOnya. Semakin sulit kompetisi, kadang membutuhkan 1 PIC (person in charge) untuk setiap task.

Tapi itu jarang diterapkan di Indonesia, mengingat belum banyak perusahaan yang bersaing SEO hingga level tertinggi.

2. Interview

Interview jadi proses yang cukup penting, karena kita akan mengetahui kemampuan kandidat secara garis besar.

Anda cukup berikan pertanyaan ringan, yang tidak membutuhkan jawaban kompleks, tapi bisa merepresentasikan pengalaman dan kemampuan kandidat, contoh :

  • adakah blog atau website atau buku yang jadi rujukan anda dalam ber SEO?
  • tools apa yang selalu anda gunakan?
  • siapa saja yang biasanya anda libatkan saat menjalankan SEO?
  • apa pendapat Anda tentang algoritma penguin, panda dan hummingbird?
  • dll

Melalui jawaban dari pertanyaan yang Anda ajukan, akan akan melihat perbedaan antara kandidat yang berpengalaman dengan yang entry-level.

3. Assessment

Jika Anda ingin menjalan proses assessment secara mandiri, bisa pelajari SEO guidelines resmi dari Google. Kandidat yang tidak keluar dari ‘jalur’ guidelines, maka kandidat tersebut memenuhi syarat sebagai SEO specialist.

Namun Jika perusahaan ingin mendapatkan talent yang betul-betul berkualitas, proses pengujian ini sebaiknya melibatkan seorang pakar SEO. Karena dialah yang bisa menilai kemampuan dan pengetahuan kandidat.

Materi assessment biasanya akan berlangsung dinamis, karena tergantung bagaimana interviewer melihat situasi dan kondisi saat itu. Tapi setidaknya materi tidak lepas dari ;

#1 Sejauh mana dia memahami cara kerja Google Search

Untuk mengetahui seberapa jauh dia mengenal cara kerja Google. Bagaimana Google menjelajahi website, bagaimana proses indexingnya dan bagaimana ranking ditentukan.

#2 Bagaimana strategi yang dia terapkan

Model strategi seperti apa yang akan dia jalankan saat berada dalam tiga kondisi :

  1. strategi saat mengawali campaign atau mengejar ketertinggalan
  2. strategi saat mempertahankan posisi
  3. strategi saat bertahan dari serangan negative SEO

#3 Kemampuan dalam menggunakan tools

Untuk mengetahui seberapa dalam pemahaman dia dalam menggunakan Google Analytics dan Google Search Console.

Jika diperlukan, uji kandidat dengan tools lainnya seperti Ahrefs, SEMrush, Moz dll

#4 bagaimana cara dia menyelesaikan masalah

Berikan salah satu contoh kasus umum atau yang mungkin sedang dialami oleh website perusahaan, dan bagaimana cara dia menyelesaikan masalah tersebut.

Catatan

Inti dari pengujian ini adalah untuk men-challenge kandidat agar Anda mengetahui seberapa dalam kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki oleh kandidat.


Diskusi gratis : arief@arieflaksono.digital