ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

Fokus SEO di 2020

Seperti informasi yang sudah banyak beredar, selama 3 tahun terakhir Google memang rajin sekali melakukan update algoritma.

Bahkan selama 2017 saja, Google sudah meluncurkan lebih dari 2000 algoritma baru. Baik yang terkonfirmasi secara resmi, maupun yang sembunyi-sembunyi.

Sangking banyaknya update mungkin bikin kita bertanya-tanya apa saja yang harus kita fokuskan di tahun 2020. Ditambah statement Googlers yang selalu normatif.

Statement normatif para trend analyst Google

Sebenarnya trend analyst-nya Google sudah bolak-balik komentar soal tindakan apa yang harus kita ambil pasca update algoritma, yaitu “tetap membuat content berkualitas” dan “pastikan website kita mobile-friendly”

Pernyataan mereka memang seringkali normatif. Jelas, karna hampir semua SEO specialist sudah paham tentang “content is the king” dan “mobile-first” masih berlaku sampai saat ini.

Kita butuh clue yang lebih dalam daripada itu

Tenang, meskipun dibanyak kesempatan trend analyst mereka menyatakan hal yang normatif, tapi kita tetap bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam kalau kita mau ulik-ulik lagi.

1. Technical : Google pengen yang cepat

Performa Mobile

Google memang agak cerewet untuk soal performa website.

kecepatan website sudah menjadi ranking signal sejak tahun 2010, hingga sekarang Google terus mengkampanyekan meningkatkan kecepatan website.

Tapi… Dalam webmaster hangout, John Mueller sempat ditanya tentang pengaruh kecepatan untuk website versi mobile.

“What about speed for the mobile version? …Why are a lot of the top sites still so slow?”

(bagaimana dengan kecepatan untuk versi mobile? …kenapa ada banyak website yang berada di peringkat teratas meskipun websitenya masih lambat?)

John Mueller menjawab

…the good part is that we have lots of ranking factors. So you don’t have to do everything perfect.

Kita memiliki sangat banyak ranking factor, jadi kamu tidak harus melakukan seluruhnya dengan sempurnya

So for us it is definitely important. But that doesn’t mean it kind of overrides everything else.”

Jadi itu (kecepatan website) sangat penting buat kami, tapi bukan berarti mengesampingkan hal yang lainnya

Dari jawaban yang disampaikan oleh John Mueller, bisa berarti kecepatan website tetap menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan ranking, hanya saja relevancy tetap lebih utama.

Mobile-First Indexing

Sekali lagi, Mobile-first indexing masih jadi fokus utamanya Google.

Di Webmaster Conference yang diselenggarakan di Bali dan Jakarta tahun lalu, Google memberikan insight tentang bagaimana mengoptimasi website agar lebih mobile-friendly.

Antara lain, bagaimana mengoptimalkan website versi mobile dalam kondisi save-mode, mengoptimalkan gambar, lazy-load

lebih lengkap tentang mengoptimalkan website lihat optimizing content efficiency.

Javascript rendering

Dua tahun belakangan, javascript selalu menarik perhatian para developer. Walaupun Google sudah semakin pintar membaca javascript, akan tetapi tetap ada note yang selalu disampaikan :

  • Javascript client-side sudah bisa di crawl dan di render sama Google, tapi proses renderingnya lebih panjang daripada server-side. Walaupun perbedaan proses rendering client-side hanya hitungan menit, tapi tetap saja terkadang hasil rendernya kurang sempurna.
  • Akan lebih baik jika menggunakan javascript server-side rendering
  • Menggunakan Dynamic rendering sangat direkomendasikan. Baca juga : Cara implementasi dynamic rendering

2. Content : Anggap Saja Googlebot sebagai manusia

BERT

BERT adalah salah satu algoritma AI terbaru dari Google. Adanya algoritma ini, Google sekarang mampu membaca content layaknya manusia.

Sedikit penjelasan saya soal BERT.

Tetap fokus membuat content yang original, unique dan natural.

Search Quality Rating

Search Quality Raters adalah metode penilaian yang digunakan Google untuk mengumpulkan informasi mengenai kualitas website.

Agar dapat menilai kualitas website, Google melibatkan sekitar 10,000 orang (search quality raters) dari background yang berbeda-beda di seluruh dunia. Data quality rating yang dikumpulkan oleh para raters ini nantinya akan digunakan Google untuk mengembangkan algoritma pencarian.

Diharapkan dari Search Quality Rating ini, Google bisa meningkatkan kualitas hasil pencarian.

Ini bukan project mendadak rahasia Google. Kita harus sudah mulai berbenah dan meningkatkan kualitas content kita, supaya tidak khawatir saat algoritma Search Quality Rating ini diterapkan.

YMYL (Your Money, Your Life) & E-A-T (expertise, authoritativeness, trustworthiness)

Masih berkaitan dengan Search Quality Rating.

YMYL dan EAT adalah istilah yang menjadi parameter Search Quality Rating.

YMYL adalah kategori jenis website yang berpotensi akan mempengaruhi masa depan seseorang, seperti kebahagiaan, kesehatan, stabilitas keuangan atau keamanan.

Google menentukan standard sangat tinggi untuk website yang berkaitan dengan YMYL, karena website yang menyediakan kualitas content YMYL yang rendah, bisa berpotensi memberikan pengaruh negatif pada seseorang

Sedangkan EAT adalah raters tinggi-rendahnya kualitas YMYL Semakin website YMYL itu menyediakan content yang profesional dan fokus pada satu hal, maka semakin tinggi EAT-nya

Tapi Google mengklarifikasi tidak ada EAT score, Google menilai website kita dari banyak faktor, dan EAT ini adalah kesimpulan dari faktor-faktor tersebut.

Benefical purpose atau user-centered

Tidak banyak yang bisa disampaikan untuk poin ini.

Kuncinya adalah, jangan membuat content untuk Google-bot, buatlah content yang bermanfaat untuk user dan berikanlah user solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah mereka.

3. On-page : Lebih kaya akan rasa

link nofollow, ugc, sponsored

rel=nofollow sekarang tidak sendirian, Google menambah dua link attribution, yaitu sponsored dan ugc (user generated content).

Dimana rel=”sponsored” digunakan untuk link yang sifatnya paid link / link placement, sedangkan rel=”ugc” digunakan untuk link yang dibuat langsung oleh user seperti postingan di forum atau kolom komentar

Dengan adanya penambahan ini, sifat dari rel=”nofollow”pun jadi berubah. Dari yang awalnya tidak memberikan value sama sekali, sekarang Google merubahnya menjadi sebuah hint.

Artinya walaupun sebuah link terpasang rel=”nofollow”, bisa saja Google tetap memberikan value untuk website yang dituju.

Structured data

Ini salah satu yang paling sering dinyinyir sama praktisi SEO. Bagaimana tidak, sekarang halaman hasil pencarian Google semakin dipenuhi dengan berbagai snippets.

Dari hasil research yang dilakukan Rand Fishkin, banyaknya snippet mengakibatkan meningkatnya persentase zero click.

Kalau kita lihat structured data documentation, saat ini ada 30 snippet yang tersedia di SERP. 27 snippet bisa di adjust melalui structured data, sedang 3 lainnya sudah tidak bisa di adjust melalui structured data.

Tapi.. banyaknya snippet bukan berarti membunuh SEO, karena 30 snippet ini adalah medan perang yang baru bagi para SEO specialist.

4. Off-page : Tidak ada ruang untuk nge-tricky lagi

Algoritma Panda masih dikembangkan

Dalam acara Pubcon Florida, salah satu trend analyst Google, Gary Illyes, ditanya soal negative SEO dan serangan spam.

Gary menjelaskan bahwa sampai saat ini algoritma Penguin masih terus dikembangkan. Dan Real-time Penguin tetap berjalan sampai saat ini.

Algoritma penguin lahir pada tahun 2012. Sejak 2016 algo penguin menjadi salah satu core-algorithm yang memiliki kemampuan real-time, dimana algo ini melakukan refresh setiap saat sehingga segala perubahan akan diketahui lebih cepat

Dengan Algo ini, kita tidak perlu lagi repot-repot disavow link yang kita curigai spammy atau low-quality, tapi kalau dengan disavow membuat kita merasa lebih aman, nggak ada salahnya kita disavow.

Concept of “Trust”

Pada pertengahan tahun 2018, Google melakukan update pada algoritma PageRank-nya. Seperti yang dijelaskan oleh Bill Slawski, backlink hanya akan bernilai tinggi jika berada dekat dengan website dengan trust yang tinggi.

Itu artinya semakin jauh website kita dari website ber-trust tinggi, maka sinyalnya akan semakin lemah.

Dari teori konsep ini bisa diambil kesimpulan bahwa menggunakan PBN (private blog network) (#Blackhat) tidak cukup efektif, karena umumnya website PBN jauh dari website ber-trust tinggi.

Update ini sangat berkaitan dengan konsep Search Quality Rating yang sudah kita bahas sebelumnya.

Kesimpulan

“SEO is dead” adalah ungkapan jadul yang selalu bergaung setiap waktu. Kalau kita perhatikan, semakin Google mengembangkan dirinya, justru tugas SEO semakin besar.

Kalau dulu SEO hanya bicara content dan backlink, sekarang ngutak-ngatik codingan website sudah menjadi makanan wajib dalam SEO dan semakin banyak orang yang harus kita libatkan dalam pengembangan SEO.