ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

Apa itu bounce rate dan bagaimana cara optimasinya?

Pernah denger bounce rate? yang sudah lama dekat dengan digital marketing, blog, seo, UI/UX past ngerti apa itu bounce rate. Dan pasti udah pernah ngerasain gimana gregetan-nya kalau bounce ratenya tinggi.

Apa itu bounce rate?

Bounce-rate adalah angka / persentase rasio user yang masuk namun tidak melakukan trigger di dalam halaman landas sejak detik ke 0, kemudian keluar dari website tersebut.

Kita coba ibaratkan produk di toko / supermarket,

Di dalam toko biasanya sudah ada rak-rak yang sesuai dengan kategori barangnya. Nah, saat kita melewati rak tersebut, kita akan melihat ada cukup banyak produk dari berbagai merk.

Pada saat itu pasti ada saatnya kita melihat salah satu produk, tapi kita tidak menyentuhnya sama sekali. Seperti itulah bounce rate.

User hanya melihat satu halaman website kita, tanpa melakukan tindakan apa-apa (no action) . Entah itu click atau play video.

Paling mentok hanya scrolling.

Kenapa bounce rate penting?

Bounce rate memang hanya sebuah metric, tapi metric ini memiliki sangat banyak arti. Bahkan sangking banyaknya, setiap orang bisa saja berbeda-beda dalam memaknai angka bounce rate ini.

Ada yang bilang “blog lu nggak ada internal link”, “gaya nulisnya bikin boring”, “template nggak kece” dll

Dari sekian banyaknya pendapat-pendapat itu, semuanya mengarah ke satu hal yaitu first experience.

Dalam marketing, first experience pengguna menjadi sangat-sangat-sangat penting, karena di titik inilah di pengguna akan membuat keputusan selanjutnya.

Apakah user semakin tertarik, atau nggak mau pakai produk kita selamanya?

Apakah landing page kita, sudah memberikan first experience yang baik kepada user hingga menghasilkan engagement?

Nah ini yang selalu menjadi PR kita. Banyak diantara kita yang hanya fokus pada ‘lapisan’ luarnya saja.

Orang bilang website kita nggak ada internal link, kita tambah internal link tanpa memperhitungkan itu berguna atau tidak. Malah mungkin nggak berkaitan sama sekali.

Pengunjung kita bilang templatenya kurang kece, kita jadi sering gonta-ganti template. Malah akhirnya ranking susah naik gara-gara keseringan ganti template.

Dibilang tulisannya kekecilan, trus ganti ukuran font yang gede trus di bold pula.

Apa yang harus kita lakukan untuk optimasi bounce rate?

Oke.. inti dari memperkecil bounce rate adalah, meningkatkan first experience user terhadap website/halaman landas kita,

1. Bikin user nyaman saat melihat tampilan website kita

Mata adalah panca indra pertama yang merasakan baik-buruknya pengalaman. Sehingga tampilan berperan sangat penting dalam memberikan pengalaman pertama.

Selengkap-lengkapnya barang yang dijajakan di toko kelontong, orang pasti lebih nyaman dengan toko franchise yang terkonsep dengan baik.

Nggak cuma saat interview saja kita harus berpenampilan menarik. Desain dan kombinasi warna landing page, akan menentukan apa yang akan terjadi di 3 detik berikutnya.

Apakah pengunjung akan pergi, atau bertahan lebih lama.

Saya memang belum pernah melakukan penelitian, tapi menurut saya tampilan website bisa menjadi salah satu faktor terbesar terjadinya bounce rate.

Pemilihan warna yang terlalu mencolok atau terlalu gelap, bisa menyebabkan pengunjung menjadi tidak betah, hingga akhirnya keluar dalam hitungan detik.

Ada beberapa hal-hal simpel yang bisa kita lakukan, agar landing page kita bisa menghasilkan konversi yang tinggi. seperti apa yang dijelaskan oleh unbounce.com.

  • Jangan terlalu banyak tulisan embel-embel (basa-basi)
  • link dan tombol-tombol penting harus mudah dilihat / ditemukan
  • usahakan menggunakan desain yang simpel
  • jika hendak menggunakan form, buatlah sesimpel mungkin
  • Gunakan kalimat pembuka yang singkat
  • kalau kamu menggunakan ads, pastikan tagline iklan dengan isi website sesuai.

2. Ingat ini : Masalah, butuh, solusi

Ini yang cukup sering saya temukan. Pemilik website kadang terlalu banyak memberikan embel-embel di awal tampilan landing pagenya, alih-alih mau bikin mereka penasaran, tapi ternyata malah ilfil. Unjung-ujungnya bounce lagi.

Apa yang mereka tulis tidak memberikan rasa penasaran. Tidak bisa menimbulkan rasa “wah… penting nih”

Landing page bisa kita bagi menjadi 3 bagian;

  1. bagian “apa masalahmu”. Ini adalah bagian untuk memberikan penjelasan bahwa halaman landas ini sesuai dengan masalah pengunjung.
  2. bagian “apa yang kamu butuhkan”. ini menjelaskan apa saja yang dibutuhkan pengunjung untuk menyelesaikan masalah.
  3. bagian “ini solusi terbaiknya”. Pada bagian ini, pastikan kamu punya solusi terbaik untuk mereka.

3. Jangan buang waktu mereka untuk hal yang ‘retjeh’

Perlu diingat, pengunjung datang ke website kita karena mereka membutuhkan jawaban.

Jangan menambah beban mereka dengan memberikan hal yang tidak penting, apalagi jika ternyata solusi dari kita terlalu receh buat mereka.

Sering kita menemukan sebuah landing page yang tulisan super panjang tapi ternyata isinya itu-itu aja. Nggak ada hal unik lain yang ditawarkan dari website kita.

Ada beberapa catatan dari saya untuk menghindari hal tersebut;

  1. kalau landing page berupa artikel / informational, berikan solusi terbaik dan sedetail mungkin jangan asal ‘300 kata’.
  2. kalau landing page berupa transactional (e-commerce), mudahkan pengunjung mulai dari kemudahan dalam mencari tombol beli (CTA – click to action) hingga proses checkout yang tidak berbelit.

4. Sediakan wadah untuk berinteraksi

Jika kita sudah memberikan solusi terbaik, tapi pengunjung tetap belum puas dengan apa yang kita berikan, sedikan media / wadah yang bisa menampung kegundah-gulanaan mereka.

Media seperti layanan live chat / whatsapp, kolom komentar, subscribe, layanan telpon dll, bisa kita manfaatkan untuk dijadikan media ‘curhat’ mereka.

Percayakan bahwa kita bisa memberikan solusi terbaik, tapi pastikan juga kita sudah menyiapkan solusi terbaik. Jangan sampai mereka percaya bahwa kita punya solusi, tapi ternyata tidak ada solusi terbaik dari kita.

5. Pancing mereka untuk berinteraksi lebih lama dengan informasi pendukung

Ini dia fase kunci mengurangi bounce rate. Interaksi. Selain memberikan penampilan, kenyamanan dan kemudahan, kita juga harus berusaha untuk memancing pengunjung agar berinteraksi lebih lama.

intinya ngejar trigger.

Beberapa cara simpel yang bisa kita gunakan untuk memancing interaksi :

  1. Video. dengan menggunakan penjelasan berupa video, user memilih berlama-lama di dalam website kita. Durasi video ideal sekitar 2 – 3 menit.
  2. Gambar. gambar bisa berupa infografik atau gambar lain. “klik untuk melihat ukuran lebih besar” adalah strategi yang cukup efektif untuk memancing user.
  3. Internal link yang relevan. Internal link menuju ke halaman informasi lain yang relevan merupakan pancingan paling mudah yang bisa diterapkan.

Kesimpulan

Bounce rate salah satu metric yang memiliki banyak faktor. Faktor yang datang bukan dari sisi coding ataupun hal-hal teknis lainnya.

Bounce rate adalah tentang user behavior. Tentang bagaimana kita memainkan perasaan manusia saat mengunjungi website kita.

Apapun perubahan yang kita lakukan, selama itu untuk user, pasti akan mempengaruhi sikap pengunjung terhadap website kita.