Artikel untuk SEO itu harus 400 kata?

Orang yang malang melintang di dunia per-SEOan, pasti pernah dengar pendapat soal “artikel blog yang bagus untuk SEO itu minimal 400 kata”.

Buat saya pendapat itu memang ada benarnya, tapi berpotensi misleading.

Kenapa benar? karena memang hampir semua halaman yang ada di ranking pertama jumlah katanya lebih dari 400 kata, nggak sedikit yang ribuan.

Lalu kenapa bisa menyesatkan?

Karena sebenarnya sudah ada klarifikasi dari John Mu (orang Google) lewat Reddit, bahwa jumlah kata bukan ranking factor Google.

Kalau kita coba perhatikan lagi, perkataan JohnMu memang benar, karena ada juga landing page yang jumlah katanya kurang dari 400, bahkan 200an, tapi tetap bisa mendapatkan ranking yang bagus.

Menurut saya intinya sih gini,

Bukan 400 katanya itu yang bikin website punya ranking tinggi, tapi website yang memberikan informasi yang lengkap dan mendalam biasanya punya lebih dari 400 kata, dan informasinya itulah yang bikin ranking tinggi lebih lama.

Artikel 1,500 kata tapi kebanyakan ‘junk’, kecil kemungkinan untuk bisa dapat ranking yang tinggi.

Derita content writer

Saya paham dengan kesulitan teman-teman content writer.

Kalian tetap harus bisa membuat content artikel berdasarkan request dari client atau brief dari atasan, meskipun topik-nya diluar apa yang kalian pahami.

punya hobi tanaman hias, diminta nulis otomotif.. ini jadi tantangan banget..

harus memenuhi persyaratan 400 kata, otak udah bundet, ditambah laper, semakin wajar kalau kalian cari cara untuk ‘jejelin’ kata-kata yang useless.

Tapi sekalinya kedapetan request untuk nulis tentang hal yang kita sukai, beeeuh.. tutup mata deh nulisnya. Dijamin tulisannya high quality!

Malah mungkin 400 kata itu terasa enteng banget..

Walaupun begitu kita nggak boleh ngedumel, kalo diminta cepet jadi, ya harus cepet jadi..

Mau nggak mau kita harus cari cara kerja yang paling efektif dan efisien.

Saran dari saya cuma 4

Artikel yang unique dan fresh new lebih disukai para reader

Ambil referensi dari website lain boleh, re-write artikel orang dengan gaya tulisan kita juga boleh (yang penting yang punya tau)..

Selama nggak sama plek-ketiplek dan ada banyak informasi baru yang kita sampaikan, itu masih bisa dianggap berkualitas.

Jangan terlalu merasa dibayang-bayangi ijo-ijonya Yoast

Indikatornya Yoast saya akui bagus banget, indikatornya bisa bantu saya bikin artikel yang SEO friendly tapi tetap enak dibaca.

Tapi kita jangan sampai terlalu strict dengan indikator ijo, jangan sampai kita menghabiskan waktu kita yang berharga hanya demi mendapatkan lampu ijo.

Kalau kita nilai artikelnya usdah cukup enak dibaca, dan bagus untuk SEO, yasudah jangan dipaksakan.

Ingat indikator di Yoast bukan ranking factor.

Kalau kesulitan, adakan interview sama orang yang ahli

Kalau kita dapat request topik artikel yang super asing, jangan sungkan untuk jalin koneksi dengan orang-orang yang ahli.

LinkedIn bisa jadi sosmed yang pas buat networking.

Tapi sebelum ngobrol, jangan lupa tanya kesanggupannya.. jangan ujug-ujug nanya.. haha

Kita juga harus sudah siap dengan materi pertanyaannya, supaya sesi interviewnya bisa lebih lancar.

Cari partner untuk bagi-bagi tugas

Kalau sekarang ini kalian merasa tenaga sudah habis untuk riset dan nulis, coba mulai cari partner untuk bagi-bagi tugas. Ada yang tugasnya riset, ada yang tugasnya nulis.

Kalau sudah ada partner kerjanya kita jadi lebih efektif, jumlah produksi juga jadi lebih banyak.

Kalau yang kerja kantoran, coba aja ajuin ke atasan kalau kalian butuh tenaga tambahan.