ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

7 penyebab website kesulitan untuk mendapatkan peringkat terbaik

Website udah jadi, campaign SEO sudah dijalankan, tapi kenapa websitenya nggak perform sama sekali? saya ngedumel kayak gini waktu masih junior SEO specialist.

Mungkin kalian pernah atau sekarang malah lagi ngalami apa yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Nggak usah khawatir, semua masalah di SEO itu enteng kok, selama masalahnya bukan gara-gara kita jalanin black-hat dan kena penalty.

Simak point-point dibawah, siapa tahu salah satunya masalah yang sedang kamu alami sekarang.

1. Tidak ada strategi SEO yang sama

Ini menjadi masalah yang paling umum terjadi. Maksudnya ingin menjalankan SEO secara sempurna, tetapi mungkin karena keterbatasan pengetahuan tentang SEO, proses optimasi website justru menjadi tidak optimal.

Strategi optimasi website untuk company profile tentu berbeda dengan e-commerce, blog, job portal, news portal dll. Setiap jenis website memiliki ‘treatment’-nya sendiri-sendiri. Walaupun pada beberapa website bisa dilakukan, tapi menggeneralisasi strategi tidak akan selalu berhasil.

2. Duplikasi dan kanibalisasi

Masalah duplikasi dan kanibalisasi selalu menghampiri hampir setiap website.

Jika kita artikan, duplikasi adalah halaman yang memiliki content yang sama. Halaman yang terdeteksi sebagai duplikasi umumnya berasal dari sistem pagination website dan multi-language.

Sedangkan kanibalilsasi adalah ‘peperangan’ antar halaman yang memiliki keyword dan geolokasi yang sama meskipun memiliki isi yang berbeda.

Oleh karena itu, untuk menghindari kedua masalah ini, sebaiknya lakukan keyword mapping dan content mapping selama campaign berjalan.

3. Melanggar aturan Google

Kita sebagai pengguna Google tentunya harus mengikut apa-apa yang diatur oleh Google. Kita bisa saja menjalankan apa yang menurut kita benar, tetapi pada kenyataannya dianggap spammy oleh Google.

Auto-Generated Content dan buying backlink merupakan dua masalah terbesar yang selalu menjadi penyebab website hilang dari Google. Perlu untuk diingat, Google memiliki tiga core engine, yaitu ;

  • Penguin, engine yang bertugas menghitung nilai backlink
  • Panda, mesin yang fokus menilai isi / content website, dan
  • RankBrain, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dari Google yang mengurutkan peringkat website berdasarkan relevansi dan user behavior.

Semakin kita memahami dengan benar cara kerja ketiga core engine ini, tentunya kita akan terhindar hukuman dari Google

Jangan lupa baca webmaster guidelines

4. Website sulit dijelajahi oleh Googlebot

Masalah mainstream berikutnya adalah website kita sulit untuk dijelajahi oleh Google. Ada cukup banyak faktor yang menyebabkan Google kesulitan untuk menjelajahi website kita.

Website dengan bahasa pemrograman java-script biasanya akan menemukan masalah, khususnya yang menggunakan client-side rendering. Selain itu Google juga akan kesulitan meng-crawl isi content maupun link yang menggunakan ajax dan flash.

5. CTR (click-through rate) tidak optimal

Mungkin kita sering mendengar istilah CTR ini, akan tetapi seberapa aware-nya kita untuk mengoptimalkannya? Padahal performance CTR menentukan peringkat kita di hasil pencarian.

Cara paling mudah untuk meningkatkan CTR adalah memodifikasi title dan meta-description. Cara paling sulit namun yang paling besar pengaruhnya, adalah dengan meningkatkan brand awarness. Semakin kita dikenal oleh pengguna, semakin besar persentase CTR kita.

6. Behavior performance yang terlalu kecil

Performance yang dimaksud disini adalah nilai tingkah laku pengunjung website yang berasal dari seluruh medium. bounce rate, pages per visit, avg duration adalah tiga performance utama yang akan dinilai oleh Google.

Cukup dengan meningkatkan ketiga metric tersebut, bukan hal yang mustahil kita bisa berada di peringkat tertinggi nantinya.

Jika ingin meningkatkan behavior performance, kerjasama dengan tim UI/UX adalah suatu kewajiban.

7. Google sulit menentukan halaman yang lebih penting

PageRank adalah algoritma yang dipakai oleh Google untuk menentukan mana halaman yang penting. PageRank ini akan sangat terasa manfaatnya pada website yang memiliki cabang / kategori yang cukup banyak, seperti e-commerce dan job portal.

Sebelum memanfaatkan PageRank ini kita harus membuat konsep skema / blue-print internal link, agar kita bisa mengukur ketepat-sasarannya kita dalam penerapannya.

Kesimpulan

Dalam menjalankan strategi SEO jelas tidak bisa dijalankan tim SEO sendiri. SEO membutuhkan kolaborasi yang cair antara tim marketing, web developer dan UI/UX. Tanpa adanya kerjasama yang apik, tentunya akan sulit untuk mendapatkan hasil terbaik.