ARIEF LAKSONO
DIGITAL
- Konsultan SEO Profesional -

4 Penyebab SEO Menjadi Sia-sia

Beberapa orang mungkin beranggapan, jika trafik sudah naik itu sudah cukup. Tapi apakah itu benar-benar cukup? jawabannya tergantung

Jika tujuannya memang untuk mendatangkan trafik, terutama website yang orientasinya untuk informasi, itu sudah berhasil. Tetapi jika kita lihat dari sudut pandang marketing untuk website selling oriented, penambahan trafik harus diikuti juga dengan penambahan profit. Jika tidak, itu artinya SEO kita sia-sia.

Lalu, apa saja penyebab SEO kita menjadi sia-sia?

1. Menggunakan keyword yang salah

Ibarat memancing, jika target kita adalah ikan tenggiri, pergilah kelaut jangan kesungai. Jika target pengunjung kita adalah perusahaan konstruksi, akan salah besar jika kita menggunakan keyword untuk entertainment.

Walaupun mungkin trend keyword tersebut sedang naik, tapi apalah artinya jika yang datang justru mahasiswi dan ibu rumah tangga.

Gunakan keyword yang masih berkaitan erat dengan produk yang disediakan. Walaupun dari segi volume tidak selalu besar, akan tetapi kita bisa langsung mendatangkan pengunjung potensial.

2. Isi konten tidak lugas

Kesalahan kedua ini masih cukup banyak kita temukan. Ada beberapa SEOers yang masih beranggapan konten berkualitas adalah konten yang panjang.

karena mindset itulah kita temukan deskripsi produk yang cukup panjang di beberapa website. Namun alih-alih mendeskripsikan produk secara detail, kita justru hanya akan menemukan berbagai basa-basi yang sebenarnya tidak perlu.

Sertakan informasi produk secara detail tetapi jangan sampai membingungkan pengunjung. Berikan penjelasan seputar ukuran berbagai sisi, fitur, warna yang tersedia, bahan yang digunakan hingga perbandingan dengan produk sejenis jika ada.

3. Proses check-out sulit dan berbelit

Proses check-out di beberapa website masih memiliki PR yang harus diperbaiki. Mungkin kita sering menemukan website berformat e-commerce namun proses ‘realnya’ menggunakan “hubungi kami di nomor ini”.

Cara ini tidak salah, tetapi kurang merajakan pengunjung. Dari sisi pengunjung, cara ini justru bisa mengurangi keterikatan pengunjung dengan kita karena pengunjung akan merasa sedikit direpotkan. Harus tekan nomor telpon dulu, atau harus save nomor dulu atau ambil handphone dulu atau bahkan mungkin harus ngecas HP dulu.

Masih banyak cerita yang merepotkan lainnya.

Kalaupun memang kita merasa kesulitan untuk mengelola website berbasis e-commerce, sediakan cara tersimple untuk pengunjung bukan tersimpel buat kita, seperti menyediakan juga form “tinggalkan nomor telpon/email Anda”.

4. Lapak tetangga lebih hijau

Mungkin ini jadi faktor terberat dalam berjualan online yang harus kita terima, dimana ternyata tetangga kita memiliki fasilitas yang lebih ‘wah’ daripada website kita. Tampilannya lebih cakep, experience yang sudah matang dan informasi yang mampu menjawab kesulitan pengunjung.

Untuk mendapatkan itu semua memang tidak murah dan mudah, tapi setidaknya kita bisa menginvestasikan waktu untuk mempelajari sedikit lebih dalam seputar UI/UX dan content marketing.

Jangan mengimbangi apa yang tetangga punya, tapi maksimalkan apa yang bisa kita lakukan untuk survive.

Penutup

SEO memang bukan penentu utama dalam lingkaran marketing. SEO hanyalah sebuah medium dalam dunia digital marketing yang tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada sinergi lain untuk mendukung kesuksesan strategi SEO yang dijalankan.

Tapi perlu dipahami juga bahwa kesuksesan SEO selalu diukur dari seberapa besar pengaruhnya untuk kesuksesan perusahaan. Kalau tidak ada pengaruh apa-apa selain trafik lebih baik investasikan ke hal lain yang lebih menguntungkan.